Metode Belajar SQ3R

            Menurut Muhibbin Syah (1995), metode belajar SQ3R secara spesifik dirancang untuk memahami isi teks atau bacaaan. Metode ini dikembangkan oleh Francis P. Robinson di Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat.

            SQ3R merupakan singkatan dari langkah-langkah mempelajari teks (bacaan) yang meliputi :
  1. Survey, yaitu memeriksa atau meneliti seluruh teks.
  2. Question, yaitu menyusun daftar pertanyaan-pertanyaan dari teks.
  3. Read, maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun.
  4. Recite, maksudnya menghapal atau memahami setiap jawaban yang telah ditemukan.
  5. Review, maksudnya menunjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang sudah tersusun.
Langkah-langkah penerapannya adalah :
  1. Dalam melaksanakan aktivitas survey, guru membantu dan mendorong siswa memeriksa atau meneliti seluruh struktur teks. Tujuannya agar siswa mengetahui panjangnya atau banyaknya teks, judul bagian dan sub bagian, istilah dan sebagainya. Siswa dianjurkan untuk menyiapkan kertas dan alat tulis berwarna untuk menandai bagian-bagian penting untuk dijadikan bahan pertanyaan.
  2. Pada tahap Question, guru memberi petunjuk atau contoh kepada siswa untuk menyusun pertanyaan yang jelas, singkat dan relevan dengan bagian-bagian teks yang telah ditandai pada langkah 1. banyaknya pernyataan tergantung pada panjang pendeknya materi dan kemampuan siswa dalam memahami teks yang sedang dipelajari.
  3. Pada aktivitas Read, siswa ditugaskan untuk membaca teks secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun. Membaca aktif berarti membaca yang difokuskan pada paragraf yang diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang relevan dengan pertanyaan.
  4. Pada aktivitas Recite, guru menyuruh menyebutkan lagi jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun. Siswa dilatih untuk tidak membuka catatan jawaban. Jika ada pertanyaan tidak terjawab siswa tetap disuruh menjawab pertanyaan berikutnya sampai semua pertanyaan terjawab.
  5. Pada aktivitas terakhir yaitu Review, guru menyuruh siswa meninjau kembali/ulang seluruh pertanyaan dan jawaban secara singkat.
Alokasi waktu yang diperlukan untuk memahami teks (bacaan) dengan metode belajar SQ3R , tidak banyak berbeda dengan metode lainnya, misalnya dalam satu kali pertemuan ( 2 x 45 menit). Akan tetapi hasil pembelajaran siswa dengan menggunakan metode SQ3R diharapkan lebih memuaskan, karena siswa menjadi pembaca aktif dan terarah langsung pada materi pelajaran.
Belajar dengan menggunakan metode SQ3R lebih memberikan kesempatan kepada siswa untuk :
  1. Belajar mengembangkan potensi intelektualnya dengan kegiatan yang disusunnya sendiri untuk menemukan sesuatu. Artinya kepada siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan daya pikirnya, daya nalar, daya tanggap atas kegiatan yang disusunya sendiri.
  2. Terdorong untuk bertindak aktif mencari jawaban atas masalah/pertanyaan yang dihadapinya. Artinya lebih termotivasi untuk belajar aktif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Cara belajar ini mempunyai nilai psikologis yang sangat penting seperti :
  1. Adanya pengembangan kepercayaan diri pada siswa.
  2. Keetrlibatan mental para siswa dalam kegiatan pembelajaran memberi motivasi yang kuat bagi lahirnya kegiatan yang sungguh-sungguh dari pihak siswa.
  3. Siswa merasa dipercaya, dihargai sehingga timbul harga diri untuk berpartisipasi dan bertanggungjawab.
Sumber :  
Muh. Thamrin,  2008, Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Melalui Penerapan Metode BelajarSQ3R, Penelitian Tindakan Kelas, SMP Negeri 2 Bontoramba Kabupaten Jeneponto.

Komentar