Postingan

Teknik dan Instrumen Penilaian

Gambar
Teknik dan Instrumen Penilaian A.    Teknik Penilaian Permendiknas No. 22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTS...

Hakikat dan Prinsip Penilaian

Hakikat dan Prinsip Penilaian A.  Hakikat Penilaian Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Metode Belajar SQ3R

Metode Belajar SQ3R             Menurut Muhibbin Syah (1995), metode belajar SQ3R secara spesifik dirancang untuk memahami isi teks atau bacaaan. Metode ini dikembangkan oleh Francis P. Robinson di Universitas Negeri Ohio Amerika Serikat.

Kecerdasan Peserta Didik

Gambar
Kecerdasan   P eserta Didik Howard Gardner (1993) menegaskan, bahwa skala kecerdasan yang selama     ini    dipakai, ternyata    memiliki    banyak    keterbatasan sehingga kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang. Menurut Gardne r , kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan   matematika   logika,   kecerdasan   bahasa, kecerdasan mus ika l, kec erd asa n visual spa sia l, kec erd asa n kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Secara rinci masing-masing kecerdasaan tersebut dijelaskan sebagai berikut.

Mengapa Guru Perlu Mengembangkan Bahan Ajar?

Pengembangan Bahan Ajar A.    Pengertian Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai  kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).

Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Pembelajaran Berbasis Kompetensi  A.   Pengertian Pembelajaran Istilah  pembelajaran merupakan padanan dari kata dalam bahasa Inggris instruction , yang berarti  proses  membuat orang  belajar. Tujuannya ialah membantu orang  belajar, atau memanipulasi (merekayasa) lingkungan sehingga memberi kemudahan bagi orang yang belajar. Gagne dan Briggs (1979) mendefinisikan pembela­jaran sebagai suatu rangkaian events ( kejadian, peristiwa, kondisi, dsb.) yang secara sengaja dirancang untuk mempenga­ruhi peserta didik (pembelajar), sehingga proses  belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. Pembelajaran bukan hanya terbatas pada peristiwa yang dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup  semua peristiwa yang mempunyai pengaruh langsung pada proses belajar manusia. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadian yang dimuat dalam bahan-bahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide, maupun kombinasi dari  bahan-bahan  ters...

Belajar dan Mengajar

Belajar dan Mengajar A.   Belajar Belajar pada hakikatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan ti ngkah laku (behavioral change) pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: bahan yang dipelajari, faktor instrumental, lingkungan, dan kondisi individual si pe mbe lajar. Faktor-faktor tersebut diatur sedemikian rupa, sehingga   ber pengaruh membantu tercapainya kompetensi secara optimal.