Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Nabi Muhammad SAW di mata Kaum Orientalis

Keagungan Nabi Muhammad SAW di mata Kaum Orientalis Empat belas abad berlalu sejak kepergian manusia termulia sepanjang zaman. Pemimpin peradaban dunia. Sang pembawa kedamaian dan penerang bagi semesta alam. Pembawa risalah Allah Subhanallahu wa Ta’ala. yang memerintahkan manusia untuk beriman kepada Allah, dan beribadah hanya pada-Nya. Sosok pemuda cemerlang yang muncul dipanggung Arab yang gersang, sosok yang mampu berlaku jujur disaat dusta membiasa. Yang mampu mempersatukan dua suku yang telah mendarah daging saling berseteru. Yang manaikkan harkat dan derajat kaum hawa dari dominasi dan intimidasi kaum pria. Nabi yang mengajarkan umatnya untuk membaca, merindukan akhirat, berbuat dan bermanfaat bagi sesama. Manusia yang mendeklarasikan perang terhadap rasis, fasis, imperialis. Nabi yang juga ahli ekonomi, politik, militer, dan hukum sepanjang masa. Makhluk terjujur sejagat raya. Yang namanya selalu disebut dan di doakan umatnya dan jutaan buku mengkisahkan dirinya. ...

Kartinikah Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia?

Kartinikah Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia? Tanggal 21 April selalu kita peringati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini sangat bersejarah bagi wanita Indonesia, karena secara umum bangsa Indonesia menganggap RA Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita Indonesia. Namun tepatkah anggapan ini? Benarkah RA Kartini adalah pelopor kebangkitan wanita Indonesia?

G-30-S dalam Kesaksian Dr. Subandrio

G-30-S dalam Kesaksian Dr. Subandrio Postingan berikut ini merupakan cuplikan dari buku berjudul ”Soebandrio : Kesaksianku tentang G30S”. Jika Anda ingin mendownload buku tersebut selengkapnya, silakan langsung klik di sini. “Indonesia 1960-an termasuk negara yang tidak disukai oleh blok Barat pimpinan Amerika Serikat (AS). Di era Perang Dingin itu konflik utama dunia terjadi antara Kapitalis (dipimpin AS) melawan Komunis (RRT dan Uni Soviet). AS sedang bersiap-siap mengirim ratusan ribu pasukan untuk menghabisi komunis di Korea Utara. Sementara di Indonesia Partai Komunis (PKI) merupakan partai legal. Saat kebencian AS terhadap Indonesia memuncak dengan menghentikan bantuan, Presiden Soekarno menyambutnya dengan pernyataan keras: Go to hell with your aid. Sebagai pemimpin negara yang relatif baru lahir, Presiden Soekarno menerapkan kebijakan berani: Berdiri pada kaki sendiri.

Mengenal Bung Karno

Mengenal Bung Karno Tulisan berikut diambil dari buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” , pada bab 3 halaman 12 dan 13, sengaja ditulis dalam bentuk aslinya. Jika Anda ingin mendownload buku tersebut selengkapnya silakan klik di sini . “MASA kanak-kanakku tidak berbeda dengan David Copperfield Aku dilahirkan ditengah-tengah kemiskinan dan dibesarkan dalam kemiskinan. Aku tidak mempunjai sepatu. Aku mandi tidak dalam air jang keluar dari kran.

Supriyadi Masih Perlu Dicari

Supriyadi Masih Perlu Dicari Oleh : Mawar Kusuma Perjalanan hidup Supriyadi yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena telah memimpin pemberontakan Pembela Tanah Air atau PETA di Blitar tahun 1945, hingga kini masih menjadi misteri. Banyak orang kemudian menyatakan diri sebagai Supriyadi. Masih ada ruang kosong dalam sejarah bangsa tentang kisah hidup dari Supriyadi yang mengusik rasa ingin tahu dari masyarakat Dalam buku bertajuk Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno , ahli sejarah dari Pusat Sejarah dan Etika Politik Universitas Sanata Dharma, Baskara T Wardaya SJ menulis hasil wawancara dari Andaryoko Wisnuprabu (88) yang mengaku adalah Supriyadi. Melalui buku tersebut, Baskara ingin mendorong wacana lebih lanjut tentang Supriyadi dan pengaruhnya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menyusur Jejak Budaya Geografi Kelautan Nusantara

Menyusur Jejak Budaya Geografi Kelautan Nusantara Oleh : Taqyuddin Budaya kelautan Nusantara mengalami era gelombang revolusi pelayaran dunia. Nusantara sebagai archipelagic state secara geografis sangat terbuka dari segala penjuru arah untuk menerima atau mengirimkan kebudayaan melalui laut, inilah yang merupakan latar budaya keterbukaan bangsa-bangsa di Nusantara. Melalui budaya pelayaran terjalinlah awal komunikasi dan informasi antar dan interwilayah geografis Nusantara atau tumbuhnya benih integrasi bangsa Indonesia. Pelayaran juga sebagai dinamisator budaya pembangunan kota-kota pesisir. Revolusi pelayaran dunia lima abad yang lalu tetapi di Indonesia masih dapat ditemukan komunitas adat terpencil yang bertahan di laut Indonesia.

Indonesia dan VOC (Verenigde Oostindische Compagnie)

I ndonesia dan VOC (Verenigde Oostindische Compagnie)   Oleh : Abdul Irsan* Pada abad ke-16 Portugis dan Spanyol menguasai pelayaran ke Asia serta menguasai perdagangan rempah-rempah antara Asia dengan Eropa, khususnya perdagangan lada. Dalam perkembangan selanjutnya di Eropa, Raja Portugal memiliki kekuasaan tunggal atas pengangkutan dan pembelian hasil bumi dari Asia. Semua kontrak jual beli hasil bumi ditentukan harganya oleh Raja Portugal. Orang-orang Belanda yang dikenal sebagai pedagang merasa dirugikan oleh tindakan Portugal tersebut, dan akhirnya berusaha mencari jalan sendiri untuk menghindari monopoli perdagangan Portugal.

Bung Karno dan Secarik Kertas

Asvi Warman Adam Bung Karno dan Secarik Kertas SIDANG MPR tahun 2003 mengagendakan pembahasan TAP MPRS dan MPR yang salah satunya menyangkut hubungan Sukarno dengan Gerakan 30 September 1965. Betulkah sang proklamator terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut?

Malari 1974 dan Sisi Gelap Sejarah

Asvi Warman Adam Malari 1974 dan Sisi Gelap Sejarah KEKERASAN di Indonesia hanya dapat dirasakan, tidak untuk diungkap tuntas. Berita di koran hanya mengungkap fakta yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Kasus 15 Januari 1974 yang lebih dikenal "Peristiwa Malari", tercatat sedikitnya 11 orang meninggal, 300 luka-luka, 775 orang ditahan. Sebanyak 807 mobil dan 187 sepeda motor dirusak/dibakar, 144 bangunan rusak. Sebanyak 160 kg emas hilang dari sejumlah toko perhiasan. Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Kakuei Tanaka sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Karena dijaga ketat, rombongan mahasiswa tidak berhasil menerobos masuk pangkalan udara. Tanggal 17 Januari 1974 pukul 08.00, PM Jepang itu berangkat dari Istana tidak dengan mobil, tetapi diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara. Itu memper...

Sunario, Tokoh Sumpah Pemuda, dan Manifesto Politik 1925

Asvi Warman Adam Sunario, Tokoh Sumpah Pemuda, dan Manifesto Politik 1925 MENURUT Prof Sartono Kartodirdjo sebetulnya Manifesto Politik yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda tahun 1925 lebih fundamental dari Sumpah Pemuda 1928. Manifesto Politik 1925 itu pada intinya berisi prinsip perjuangan yakni unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan). Sedangkan Sumpah Pemuda sebagaimana ada pada memori kolektif bangsa ini hanya menonjolkan persatuan. Paling tidak demikianlah yang tertanam dalam memori kolektif masyarakat Indonesia selama ini melalui slogan populer "satu nusa, satu bangsa, satu bahasa".

Seberapa Kaya Umar bin Khattab?

Seberapa Kaya Umar bin Khattab? Rabu, 09/12/2009 07:34 WIB | email | print Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa hanya ada dua sahabat Rasul yang benar-benar sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit banyak seperti “mengabaikan” kekayaan yang dipunyai oleh sahabat-sahabat yang lain.

Pendidikan Nilai dalam Ilmu Sejarah, Suatu Pembahasan Filsafat Pendidikan

P ENDIDIKAN NILAI DALAM ILMU SEJARAHSUATU PEMBAHASAN FILSAFAT PENDIDIKAN Oleh: Muhammad Seleh Madjid ABSTRAK Pendidikan nilai harus menyentuh pembentukan watak, moralitas dan sikap. Oleh karena nilai berkaitan erat dengan kebaikan, maka dalam penghayatan nilai itu melibatkan hati nurani dan budi. Hati menangkap nilai dengan merasakannya, sedangkan busi menangkap nilai dengan memahami dan menyadarinya. Pendidikan nilai harus melibatkan tiga komponen; keluarga, masyarakat, dan sekolah dengan penekanan pada memberi contoh dan ketauladanan baik dalam ucapan maupun perbuatan. Pengajaran pendidikan nilai dilakukan dengan internalisasi nilai yang diawali dengan tahapan penerimaan nilai, penangkapan atas nilai, penilaian atas nilai, penghargaan atas nilai, pengorganisasisan nilai dan pemelukkan nilai. Pengajaran nilai dalam sejarah diawali dengan pemahaman terhadap fakta, kemudian pemahaman konsep dan diakhiri dengan pemahaman penerimaan nilai. Kata Kunci : Pendididikan Nilai, Ilmu S...

Gerakan DI/TII dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Maros 1953-1965

GERAKAN DI/TII DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT MAROS 1953-1965 Oleh :Muhammad Rasyid Ridha ABSTRAK Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Abdul Qahhar Mudzakkar, berawal dari terjadinya perbedaan pandangan antara pemerintah dengan para gerilyawan (KGSS) mengenai rasionalisasi dan reorganisasi ketentaraan pasca KMB. Perbedaan itu ternyata tidak dapat diselesaikan. Akhirnya pihak KGSS kemudian mengorganisasikan diri kedalam CTN, kemudian TKR dan akhrinya menjadi DI/TII pada 7 Agustus 1953. Selama berlangsungnya gerakan ini, Maros termasuk salah satu daerah operasinya. Kehadiran DI/TII di daerah ini menimbulkan pro dan kontra. Sebagian masyarakat mendukung atau bergabung dengan DI/TII, dan yang lainnya tidak merespon kehadirannya dan lebih menggalkan kampung halamanya. Dengan demikian, ditempatkannya Maros sebagai daerah operasi telah menimbulkan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci : Gerakan DI/TII dan Kehidupan Masyarakat